8 Tips Belajar Saham Pemula, Apa Saja?

8 Tips Belajar Saham Pemula, Apa Saja?

Saham menjadi salah satu pilihan banyak orang untuk berinvestasi. Apalagi dengan kemajuan teknologi dan informasi saat ini, sangatlah mudah untuk Anda yang ingin berinvestasi saham.

Namun, sebelum menentukan produk investasi apa yang akan Anda pilih, Anda perlu mengetahui hal apa saja yang menjadi faktor yang mendorong Anda memilih produk investasi tersebut dan bagaimana cara menjalankan investasinya. Jika Anda tertarik untuk berpartisipasi dalam dunia saham, ketahui tips belajar saham pemula berikut ini.

Mengenal Saham

Saham adalah satu instrumen pasar keuangan yang paling banyak diminati. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda keikutsertaan modal yang dilakukan oleh orang atau pihak tertentu (badan usaha) dalam suatu perseroan terbatas atau perusahaan.

Atas keikutsertaan modalnya, maka pihak tersebut memiliki klaim atas aset dan pendapatan perusahaan serta memiliki hal untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Tips Belajar Saham Bagi Pemula

1. Carilah Pengetahuan Sebanyak-banyaknya

Jika Anda benar-benar ingin menekuni saham sebagai instrumen investasi Anda, jangan ragu untuk belajar. Saat ini, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi terkait saham dimana saja dan dari siapa saja. Namun tetap perhatikan kredibilitas sumber yang Anda jadikan acuan.

Jangan ragu untuk berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan orang-orang yang memang sudah lama terjun ke dunia saham.

Pengalaman dari para ahli dan mereka yang berpengalaman akan memberikan Anda gambaran bagaimana berinvestasi saham yang baik dan menguntungkan. Nikmati proses belajar Anda dan jangan terburu-buru untuk langsung mengejar keuntungan tinggi. Jika Anda sudah memahami dasar dan tata cara berinvestasi saham yang efektif, maka Anda juga akan dengan mudah mendapatkan keuntungan.

2. Tentukan Tujuan Investasi dan Kenali Kondisi Keuangan

Seperti menuju suatu lokasi, tentukan dulu tujuan Anda datang ke lokasi itu. Begitupun dengan investasi. Sebelum berinvestasi, tentukan dulu apa yang menjadi tujuan Anda ketika berinvestasi. Tujuan ini akan berpengaruh pada nominal serta jangka waktu yang diinginkan dan membuat Anda agar termotivasi berinvestasi dengan cara yang tepat.

Satu hal lagi, penting juga bagi Anda untuk mengenali kondisi keuangan. Jangan sampai memaksakan keinginan untuk berinvestasi sedangkan kondisi keuangan Anda tidak mendukung. Berinvestasilah menggunakan uang yang memang sudah Anda miliki. Tidak disarankan untuk berinvestasi dengan uang pinjaman.

3. Nominal Kecil Bukan Masalah

Jangan tergesa-gesa untuk berinvestasi dengan nominal yang besar. Mulailah berinvestasi dengan nominal yang kecil lalu perlahan bertambah besar. Seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan percaya diri Anda dalam berinvestasi, Anda juga akan semakin yakin untuk berinvestasi saham dengan nominal yang besar.

4. Pahami Risiko dan Keuntungan

Jika Anda ingin mendapatkan keuntungan yang tinggi, konsekuensinya adalah Anda juga harus membeli saham dengan risiko yang tinggi. Jika Anda tidak percaya diri untuk mengambil saham dengan risiko tinggi, maka pilihlah saham perusahaan yang memiliki track record baik dan dikenal masyarakat luas.

Keuntungan yang didapatkan oleh investor dengan membeli atau memiliki terbagi menjadi dua jenis, yaitu dividen dan capital gain. Dividen adalah pembagian keuntungan yang berasal dari keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Dividen diberikan kepada investor setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Sedangkan, capital gain adalah keuntungan yang diberikan kepada investor yang berasal dari selisih antara harga beli dan harga jual saham. Capital gain terbentuk karena adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Keuntungan didapat dari pengurangan harga jual beli dengan harga jual.

Ada untung, tentu ada rugi. Risiko yang akan dihadapi oleh investor berupa capital loss dan risiko likuidasi. Capital loss merupakan lawan dari capital gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.

Risiko likuidasi dapat terjadi ketika perusahaan dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau ketika perusahaan tersebut dibubarkan. Jika terjadi kasus seperti ini, pemegang saham mendapat hak klaim dengan prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dibayar lunas menggunakan hasil penjualan kekayaan yang dimiliki perusahaan. Apabila masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak ada lagi sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut.

5. Investasikan Dana di Perusahaan Yang Tepat

Jangan tergiur dengan nominal murah saham. Perhatikan baik-baik perusahaan yang Anda pilih sahamnya. Pastikan bahwa perusahaan tersebut berjalan dengan lancar, ada sistem yang terstruktur, dan dikelola dengan baik. Sehingga operasional perusahan tersebut juga berjalan dengan lancar.

Perusahaan dengan manajemen dan pengelolaan yang baik oleh orang-orang yang ahli di bidangnya, memiliki kecenderungan untuk terus berkembang seiring dengan perkembangan prospek. Sebaliknya, perusahaan yang tidak memperhatikan perkembangan perusahaannya, akan ditinggalkan oleh para calon investor.

6. Jauhi Pasar Derivatif

Berdasarkan definisinya, derivatif adalah kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Pasar derivatif sebagian besar terdiri dari kontrak berjangka dan hanya pilihan cadangan/alternatif. Pasar derivatif adalah pembelian berbasis kontrak yang memiliki tanggal kadaluarsa tetap.

7. Kelola Ekspektasi dengan Realistis

Sadari bahwa Anda sedang melakukan investasi yang tentu membutuhkan waktu untuk mendapatkan keuntungan. Jangan berekspektasi akan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Pola pikir seperti akan membahayakan Anda dan membuat Anda tidak cerdas dalam berinvestasi. Pengembalian antara 12-18% dalam satu tahun dinilai baik dalam pasar saham.

Yang tidak kalah penting adalah memiliki pemahaman bahwa keuntungan yang Anda dan orang lain dapatkan akan berbeda. Jangan berasumsi bahwa Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sama dengan orang lain, yang mungkin berinvestasi dalam saham beberapa tahun terakhir dan mungkin telah memperoleh keahlian yang luar biasa.

8. Atur Emosi Ketika Berinvestasi

Dapat dipahami bahwa ada kecenderungan pada mereka yang berinvestasi untuk merasa segera mendapatkan keuntungan. Belum lagi faktor internal dan eksternal yang juga mempengaruhi pengambilan keputusan. Namun, jangan pernah mengambil keputusan berdasarkan emosi ketika Anda berinvestasi di pasar saham.

Kesenangan Anda pada suatu perusahaan tidak menjamin bahwa perusahaan tersebut akan berdampak baik bagi investasi saham Anda. Jika tidak menguntungkan dan tidak berpotensi untuk masa depan yang baik, mungkin perusahaan itu tidak menjadi pilihan Anda untuk berinvestasi.

Itulah cara belajar saham bagi pemula. Mari pelajari cara investasi saham online, strategi investasi, dan pilihan saham yang memiliki fundamental baik. Manfaatkan aplikasi trading saham RHBTRADESMARTID yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur untuk memudahkan investor berinvestasi dimana saja & kapan saja. Download aplikasi RHB Tradesmart di Playstore dan Appstore sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *