Indra Kenz bungkam siapa pembuat aplikasi Binomo

Indra Kenz bungkam siapa pembuat aplikasi Binomo

Bungkamnya Indra Kenz tersebut menyulitkan penyidik menangkap pembuat aplikasi Binomo.

Indra Kenz bungkam siapa pembuat aplikasi Binomo

Indra Kenz datang ke Bareskrim Polri, Kamis (24/2/2022). Foto: Alinea.id/Immanuel Christian

Bareskrim Polri tengah memburu pelaku utama sekaligus pembuat aplikasi Binomo. Namun, sejauh ini perburuan aktor intelektual pembuat aplikasi Binomo itu menemui sejumlah kendala.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, perburuan terkendala oleh bungkamnya tersangka Indra Kenz (IK) dalam pemeriksaan. Polisi menduga server aplikasi tersebut berada di luar negeri.

“IK, dia tutup mulut saat kami tanya siapa aktor intelektualnya. Ya itu hak tersangka untuk diam. Tapi kami menduga, servernya ada di luar negeri. Tapi mungkin pelakunya ya orang Indonesia juga,” kata Whisnu di Mabes Polri, Selasa (1/3).

Whisnu mengemukakan, penyidik telah memblokir empat rekening milik Indra Kenz yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah. Pemblokiran dilakukan oleh Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan kini polisi tengah meminta instansi itu untuk membuka data harta kekayaan milik crazy rich Medan itu.

"Nanti kita bersama dengan teman-teman PPATK untuk mengungkap transaksinya. Tapi kami kan harus hati-hati ini, barang bukti itu berkaitan tidak," ucap Whisnu.

Sementara, Kepala Biro Penerangan Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menyebutkan, penyidik juga akan melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah video yang dimuat oleh Indra Kenz. Video yang akan diperiksa terdapat pula dalam akun kanal Youtube milik influencer dengan nama lahir Indra Kesuma tersebut.

“Penyidik akan melakukan uji laboratorium (terhadap) video yang dibuat dan disebar milik tersangka saudara IK,” ujar Ramadhan.

Ramadhan menyampaikan, penyidik menyita akun youtube dan bukti transfer. Penyitaan tersebut masih berkaitan sebagai barang bukti.

Penyidik telah menetapkan pasal dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE, Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang, serta Pasal 378 KUHP. Ancaman terhadap IK adalah 20 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, penyidik menetapkan Indra Kenz sebagai tersangka dan melakukan penahanan kepadanya sejak 24 Februari 2022. Dia sebelumnya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dengan ditemani kuasa hukumnya.

Kasus ini diproses berdasarkan laporan polisi No: LP/B/0058/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 3 Februari 2022 tentang tindak pidana judi online dan atau penyebaran berita bohong (hoax) melalui media elektronik dan atau penipuan/perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang di mana terlapor atas nama IK dan lainnya sekitar April 2020 melalui media sosial.

Di media sosial, Indra diduga menawarkan keuntungan melalui aplikasi trading Binomo dengan mengatakan sudah legal dan resmi di Indonesia. Korban ikut bergabung trading melalui aplikasi Binomo dengan deposit minimal Rp140.000. Pada awalnya, korban menerima profit, tapi pada transaksi berikutnya korban selalu loss sehingga mengalami kerugian hingga Rp540 juta.

investasi ilegal

investasi ilegal

Bareskrim Polri

Bareskrim Polri

Binomo

Binomo

Indra Kenz

Indra Kenz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *