Dugaan Pemilik Binomo Ada di Indonesia, Ini Penjelasan Bareskrim Polri

Dugaan Pemilik Binomo Ada di Indonesia, Ini Penjelasan Bareskrim Polri

Frekuensi News - Sebelumnya, saat Indra Kenz ditanyai oleh pihak Bareskrim Polri mengenai 'siapa pemilik Binomo?' dan 'ada di mana pemilik aplikasi trading ilegal tersebut?', dirinya memilih bungkam.

Tersangka Indra Kenz terindikasi menutupi 'siapa pemilik platform Binomo' yang telah merugikan masyarakat.

"(terkait) Platform Binomo itu, Indra Kenz itu mengatakan dia tidak kenal, dia menutupi," ungkap Brigjen Pol Whisnu Hermawan saat dimintai keterangan di Mabes Polri, pada (1/3/2022).

Sejauh ini, penyidik telah mendata jumlah kerugian akibat aksi Indra Kenz dari 14 orang yang menjadi korban, setidaknya mengalami kerugian mencapai Rp25 miliar.

"Sedangkan update yang kami terima dari penyidik total kerugian dari 14 korban, yang sudah dimintai keterangan sebanyak Rp25.620.605.124," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Rabu, 9 Maret.

Namun, baru-baru ini Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri menduga pemilik aplikasi trading Binomo berada di Indonesia, meskipun server diduga berada di luar negeri.

Dengan demikian, Brigjen Pol Whisnu Hermawan akan ada kemungkinan penambahan tersangka lain selain Indra Kenz terkait kasus Binomo nantinya.

"Ada dugaan bahwa (pemilik) Binomo tersebut adanya di Indonesia, artinya ada tersangka lain selain IK," kata Whisnu kepada wartawan di Gedung Indosurya, Jakarta, Kamis, (10/3/2022) dari Antara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *