Apa Itu Stop Loss dan Kapan Harus Stop Loss?

Apa Itu Stop Loss dan Kapan Harus Stop Loss?

JAKARTA, investor.id - Berinvestasi dalam produk investasi dengan tingkat volatilitas tinggi seperti aset kripto memang memiliki kesulitan tersendiri. Terutama berhubungan dengan mitigasi potensi kerugian. Banyak investor yang mampu mengontrol, tetapi tidak sedikit yang harus menanggung kerugian. Salah satu cara memitigasi kerugian yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan teknik stop loss.

Dilansir dari Pintu Academy, Selasa (22/2) stop loss order merupakan perintah yang dibuat oleh broker untuk membeli atau menjual sebuah instrumen investasi (baik berupa asset kripto maupun saham) saat harganya sudah mencapai batas tertentu. Perintah ini dirancang untuk membatasi kerugian investor.

Contohnya, seorang trader membeli Bitcoin dan menetapkan order stop-loss sebanyak 15% di bawah harga beli. Jadi ketika nilainya turun, order ini akan diaktifkan dan Bitcoin akan dijual sebagai market order.

Menggunakan teknik ini tentu saja bisa mendatangkan berbagai manfaat untuk para trader dan investor. Kamu pun bisa menggunakannya untuk mempertahankan uang yang diinvestasikan, mencegah situasi menjadi lebih buruk, dan menghasilkan keuntungan.

Setelah memahami pengertian dan kegunaannya, hal yang harus kamu lakukan selanjutnya untuk menerapkan teknik ini adalah dengan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Perlu diingat bahwa posisi stop-loss tidak boleh berada di posisi yang terlalu sempit supaya tidak terpengaruh fluktuasi pasar normal.

Ada beberapa cara yang dapat kamu pilih untuk menentukan stop-loss yang tepat:

1. Trailing Stop-Loss

Dikenal juga dengan sebutan protect stop, trailing stop loss bergerak searah dengan tren. Saat harga berbalik dari tren, trailing tidak akan bergerak. Hasil dari teknik ini adalah keuntungan tertinggi, bukan dari entry price.

Kamu bisa menggunakan metode ini meskipun sebelumnya tidak melakukan take profit. Metode ini cukup efektif dipakai di pasar yang sedang trending karena pergerakannya akan seiring harga pasar dan secara otomatis berhenti saat tren berubah arah.

2. Menggunakan Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah cara yang bisa membantu trader untuk melakukan trading dengan disiplin. Ketika kamu trading dengan tekun, kemungkinan untuk meraih keuntungan tentu akan semakin besar.

Beberapa langkah manajemen risiko yang bisa kamu lakukan antara lain adalah jangan gunakan seluruh dana yang ada. Seberapa banyak pun uang yang kamu punya, gunakan sebagian saja untuk membeli beberapa aset kripto saja, dan perhitungkan dengan baik keyakinan dan peluang yang kamu miliki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *