Opsi biner penipuan atau tidak

Opsi biner penipuan atau tidak

Kusuma Beauty Clinic - Discount Up To 20%

Kusuma Beauty Clinic - Discount Up To 20%

Java Mifi - Free deposit

Java Mifi - Free deposit

Kiehl's - IDR 50,000 Discount

Kiehl's - IDR 50,000 Discount

Kawan Lama Retail - Special Offer Every Monday

Kawan Lama Retail - Special Offer Every Monday

Apply online to easy application tracking on the BCA Webform

Jangan Tertipu Flexing, Awas Penipuan Berkedok Investasi!

Pamer penampilan dan kekayaan seseorang, atau biasa disebut Flexing, adalah perilaku sosial yang bisa dibilang baik atau buruk.

Pamer penampilan dan kekayaan seseorang, atau biasa disebut Flexing, adalah perilaku sosial yang bisa dibilang baik atau buruk. Namun, akhir-akhir ini banyak terjadi penipuan yang menggunakan modus pamer penampilan dan kekayaan di media social untuk mengelabui calon korban. Padahal, sebenarnya ada agenda jahat dibalik itu.

Penipuan dengan menggunakan Flexing ini kebetulan memiliki persamaan dengan dua kisah nyata berikut ini, yang sedang hangat dibicarakan di media-media.

Yang pertama, film seri Netflix yang sedang viral, Inventing Anna. Diambil dari kisah nyata tentang seorang gadis 26 tahun dengan modal pamer penampilan yang glamor dan mengaku sebagai calon pewaris kekayaan ayahnya yang seorang bangsawan, dapat diterima dan bergaul diantara kalangan sosialita. Dengan berdalih mencari investor bisnis yang sedang ia bangun, Anna berhasil menipu orang-orang kaya, pejabat, bankir, bahkan berhasil membobol sebuah bank.

Anna berhasil ditangkap pihak berwajib dan menghadapi 10 tuduhan penipuan. Dalam beberapa saat Anna mendadak viral dan menggemparkan Amerika karena sebuah artikel di majalah yang membongkar siapa sebenarnya Anna Delvey.

Flexing yang dilakukan Anna adalah untuk membeli koneksi dan hubungan pertemanan, dalam rangka rencana penipuannya. Ada ungkapan ‘birds of a feather flock togather’. Dengan social proof yang didapatkan, dia punya akses atau privilege untuk masuk ke dalam inner circle orang-orang kaya, dan kemudian melakukan aksi penipuan.

Nah, yang kedua ini terjadi di Indonesia. Beberapa ‘Crazy Rich’ muda Indonesia yang viral karena kerap pamer kekayaanya di media sosial, ternyata mereka adalah afiliator sebuah aplikasi dari binary option.

Afiliator adalah mitra dari sebuah aplikasi invastasi / trading yang bertugas merekrut member baru ke aplikasi ini. Afiliator akan mendapatkan komisi dari perekrutan dan aktivitas trading yang dilakukan para member rekrutannya.

Berkat modus flexing, ia sukses menjadi terkenal di medsos dan berhasil menarik banyak orang menjadi member. Celakanya, para membernya banyak sekali yang loss dan uangnya habis. Karena banyak yang dirugikan, akhirnya banyak yang melaporkan ke Kepolisian.

Binary Option ini adalah ‘trading’ yang melibatkan investasi dalam bentuk asset seperti mata uang, saham, atau komoditas, untuk periode yang ditentukan, biasanya satu menit atau beberapa jam. Opsi biner didasarkan pada proporsi sederhana ‘ya’ atau ‘tidak’ untuk menebak apakah harga asset akan naik atau turun dalam periode tertentu. Aplikasi-aplikasi binary option kerap tidak memiliki izin usaha.

Kamu harus waspada terhadap maraknya aplikasi-aplikasi berkedok ‘investasi’ atau ‘trading’ semacam ini ya guys. Sebelumnya juga pernah marak penipuan trading menggunakan kedok robot trading yang dipakai pada mata uang Crypto. Modus tersebut juga kerap menggunakan sistem member get member tanpa izin usaha.

Pola-pola Flexing yang berpotensi Scam.

  1. Bikin konten pamer (flexing) di akun media sosial.
  2. Menumbuhkan misteri dan rasa penasaran, kok bisa ya dia kaya?
  3. Pelaku mulai membangun komunikasi dengan target korban
  4. Buat kesamaan. Misal: saya juga dulnya tinggal di kontrakan lho.
  5. Bongkar rahasia sukses. Berkat bisnis XYZ, saya tidak ngontrak lagi, bisa beli Mercy, Rumah Mewah dll (jual mimpi).
  6. Buat mudah. Orang suka usaha yang instan, cukup setor uang, nanti diajarin caranya.

Tips agar tidak menjadi korban Flexing

  1. Jangan mudah percaya kepada seseorang karena penampilannya. Apalagi yang suka pamer kekayaan di media sosial.
  2. Jangan pernah mengikuti permintaan terkait keuangan, misalnya mentransfer uang, memberi akses keuangan / kartu kredit / data pribadi kepada siapapun.
  3. Jangan mudah tergiur iming-iming bisa menjadi kaya seperti dia dengan cara instan.
  4. Teliti kebenaran informasinya terutama legalitas usahanya.
  5. Berinvestasilah di tempat yang aman, menguntungkan dan sudah pasti legalitasnya seperti aplikasi Welma dari BCA.

Jika ada hal-hal yang meragukan, tanyakan ke Halo BCA di 1500888 atau via aplikasi HaloBCA. Yuk sebarkan informasi ini ke orang-orang supaya yang lain juga aman. #CariTahuBiarAman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *