7 Psikologi Trading Kripto yang Wajib Kamu Miliki Supaya Cuan!

7 Psikologi Trading Kripto yang Wajib Kamu Miliki Supaya Cuan!

JAKARTA, investor.id - Psikologi trading adalah salah satu hal penting yang harus dikuasai oleh trader agar bisa mengambil keputusan dengan efektif. Ada dua aspek yang berhubungan erat dengan psikologi saat trading, yaitu rasa rakus (greed) dan takut (fear). Trader dengan pengalaman yang minim sering kali dihadapi oleh kedua hal tersebut.

Biasanya, ketika seorang trader sedang berhasil meraup keuntungan dari satu transaksi, ia cenderung ingin bertransaksi lagi dan lagi demi mengantongi lebih banyak keuntungan. Cara demikian tentu berisiko, karena trader bisa saja bertindak terlalu cepat tanpa perhitungan yang matang. Ujungnya, alih-alih untung malah buntung.

Seorang trader profesional biasanya lebih dapat menguasai rasa rakus dan ketakutan tersebut agar tetap bisa konsisten, tenang, dan mengambil langkah dengan bijak saat bertransaksi. Tentu saja kemampuan ini tidak bisa diperoleh dalam semalam.

Menyiapkan kondisi mental jadi bagian penting untuk bisa sukses sebagai trader. Lantas, apa saja contoh psikologi trading yang bisa membantumu meraih keuntungan dan minim kerugian? Berikut 7 contoh psikologi trader sukses yang bisa kamu bangun dalam dirimu, termasuk saat hendak melakukan trading aset kripto, dikutip dari Pintu Academy, Selasa (08/03/2022).

Trading harus dilakukan karena kamu memang suka, bukan terpaksa. Saat kamu punya passion dalam trading, kamu bersemangat untuk mengulik semua hal sambil menunggu kapan waktu tepat untuk bertransaksi.

Sebagai pemula wajar kalau kamu masih ikut-ikutan gaya trading si A, B, C, dst. Namun, ini tidak boleh berlangsung lama. Kamu harus berani membangun sistem sendiri yang benar-benar cocok dengan gaya trading-mu.

Saat mengalami kegagalan, sebaiknya kamu tidak terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihan. Meratapi nasib akibat merugi cukup sesaat saja. Setelah itu, evaluasi langkah yang sebelumnya kamu lakukan, sebagai dasar pengambilan langkah yang lebih baik ke depannya.

Ketika kamu gagal, sebenarnya bukan berarti sistem yang telah kamu bangun itu salah. Disiplin menjalani sistem yang ada sambil memantau situasi menunjukkan usahamu bertahan dan bekerja keras.

Akui jika memang kamu salah langkah atau ada bagian yang perlu diperbaiki. Mundur sejenak untuk melihat dari sudut pandang berbeda dan belajar dari kesalahan itu.

Trading sesungguhnya pekerjaan yang penuh tekanan, seperti roller coaster yang bisa membuat otak, tubuh, hingga kondisi mental naik turun. Maka, punya stamina kuat penting agar kamu tetap bisa fokus dan konsisten setiap melakukan trading.

Trading adalah bisnis. Supaya cuan, kamu harus ikuti otak dan logika, bukan hati dan emosi semata. Tinggalkan emosimu saat trading atau karena emosi dapat menyeretmu kepada keputusan yang salah.

Lebih lanjut, jika kamu ingin menjadi seorang trader sukses, kamu harus menguasai psikologi trading. Sebab tidak ada hal yang bisa mengacaukan trading lebih cepat daripada emosi, seperti rasa takut, rakus, penyesalan, hingga ekspektasi yang terlalu tinggi. Pertanyaannya, bagaimana cara melatih psikologi trading?

Begini caranya, kosongkan pikiran, visualisasikan tiap proses dalam trading, mengerti apa alasan trading?, dan buat jurnal pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *