Pengaruh standar stok, permintaan bulanan dan penjualan bulanan dari jenis item dan varian wafer tango terhadap jumlah persediaan di logistic distribution center Jakarta PT Orang Tua Group

Pengaruh standar stok, permintaan bulanan dan penjualan bulanan dari jenis item dan varian wafer tango terhadap jumlah persediaan di logistic distribution center Jakarta PT Orang Tua Group

Waluyo, Jonathan Sagita (2008) Pengaruh standar stok, permintaan bulanan dan penjualan bulanan dari jenis item dan varian wafer tango terhadap jumlah persediaan di logistic distribution center Jakarta PT Orang Tua Group. Masters thesis, UNIVERSITAS TARUMANAGARA.

Text
Cover.pdf
Download (12kB)
Text
Daftar Isi .pdf
Download (13kB)
Text
Ringkasan .pdf
Download (9kB)

Abstract

Bisnis manufaktur melibatkan beberapa proses manufaktur yaitu proses pengadaan bahan baku, proses penyimpanan bahan baku, proses produksi ( mengubah bahan baku menjadi barang jadi ), proses penyimpanan barang jadi, proses marketing & sales dan terakhir proses pendistribusian barang jadi ke konsumen.Di mana di dalam menjalankan masing-masing proses manufaktur tersebut akan menimbulkan biaya seperti biaya pengadaan bahan baku, biaya penyimpanan bahan baku, biaya produksi, biaya persediaan, biaya marketing & sales dan biaya transportasi.Sedangkan di dalam menjalankan suatu bisnis, ada beberapa hal penting yang menjadi perhatian, yaitu bagaimana memperoleh pendapatan, komponen-komponen biaya apa saja yang ditimbulkan dan apakah dapat menghasilkan laba atau menderita kerugian.Di dalam usahanya untuk memperoleh pendapatan, tentu saja suatu perusahaan harus melakukan proses pengadaan barang jadi dengan cara berproduksi, mengubah bahan baku menjadi barang jadi yang berkualitas baik untuk dijual kepada konsumen. Kemudian barang jadi tersebut harus melalui suatu proses penyimpanan dan proses pendistribusian terlebih dahulu sebelum sampai ke konsumen atau sebelum masuk ke proses penjualan.Banyak perusahaan mengalami kesulitan atau kebingungan di dalam menentukan berapa jumlah barang jadi yang harus disediakan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang ada. Atau dengan kata lain, perusahaan harus merencanakan pengadaan barangnya, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar. Pengadaan barang jadi berhubungan dengan investasi perusahaan di persediaannya ( gudang ). Jika persediaan under stock, maka persediaan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar, yang dapat menyebabkan perusahaan kehilangan peluang untuk mendapatkan laba.Sebaliknya jika persediaan over stock, maka dapat menimbulkan peningkatan biaya persediaan dan pemeliharaan. Persediaan yang berlebih ini juga dapat menimbulkan penurunan kualitas akibat barang jadi yang sudah hampir atau melewati expired date, dan dapat juga menimbulkan kerugian bagi perusahaan dimana jika ternyata barang tersebut rusak, yang seharusnya bisa dijual nyatanya tidak bisa dijual, sehingga perusahaan kehilangan kesempatan untuk memperoleh laba.Suatu perencanaan pengadaan barang jadi yang baik sangat diperlukan oleh perusahaan dalam usahanya memenuhi permintaan pasar yang ada dan bersaing dengan para kompetitor dengan berusaha untuk meminimumkan biaya-biaya yang ada, sehingga perusahaan dapat memperoleh profit margin yang lebih besar.Dalam karya tulis ini peneliti membahas mengenai pengaruh standar stok, permintaan bulanan dan penjualan bulanan terhadap jumlah pengadaan Wafer Tango di logistic distribution center Jakarta PT Orang Tua Grup. Dengan melihat faktor-faktor yang paling mempengaruhi jumlah pengadaan Wafer Tango tersebut, selanjutnya dilakukan proses perhitungan dengan menggunakan software SPSS untuk mendapatkan suatu model yang dapat menunjukkan seberapa besar pengaruh dari masing-masing faktor tersebut terhadap jumlah persediaan Wafer Tango di logistic distribution center Jakarta PT Orang Tua Grup. Sehingga dalam melakukan pengadaan persediaan wafer TangonyaPT Orang Tua Grup dapat lebih memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh tersebut. Dengan memperhatikan faktor-faktor mana saja yang paling mempengaruhi jumlah pengadaan persediaan wafer Tango. Maka dalam menentukan jumlah pengadaanpersediaannya dapat menjadi lebih efisien ( tidak under stock atau over stock ), dapat memenuhi permintaan pasar dengan lebih baik, tidak menimbulkan hilangnya kesempatan memperoleh laba yang tentunya diimbangi dengan tingkat biaya persediaan yang minimum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *